RSS

Minggu, 07 Februari 2010

Football Club Internazionale Milano

Football Club Internazionale Milano S.p.A atau lebih dikenal dengan nama Inter Milan atau yg mempunyai julukan il Nerazurri (si biru hitam), il Biscone (si ular besar), dan juga La Beneamata (yang tersayang) adalah sebuah klub sepak bola Italia, bermain di Seri A (divisi pertama).

Sejarah

Klub ini didirikan pada 9 Maret 1908 mengikuti pecahnya dari Klub Kriket dan Sepak bola Milan (Milan Criket and Football Club), yang sekarang lebih dikenal dengan nama AC Milan. Sebuah grup terdiri dari orang-orang Italia dan Swiss tidak terlalu suka akan dominasi orang-orang Inggris & Italia di AC Milan dan mereka memutuskan untuk memecahkan diri dari AC Milan. Nama Internazionale diambil dari keinginan pendiri-pendirinya untuk membuat satu klub yang terdiri dari banyak pemain dari negara-negara luar.

Klub ini memenangkan juaranya di tahun 1910 dan yang kedua di tahun 1920. Selama waktu perang, klub ini dipaksa untuk mengganti namanya menjadi Ambrosiana-Inter untuk menyesuaikan diri dengan kepemimpinan Benito Mussolini. Walaupun demikian, Inter masih tetap bisa memenangkan trofi ketiga mereka di tahun 1930. Mengikuti itu, trofi keempat dimenangkan di tahun 1938, Inter pertama kali memenangkan Copa Italia (Piala Italia) di tahun 1940 dan di tahun yang sama, mereka memenangkan trofi kelima mereka. Sejak tahun 1942 sampai sekarang, nama Ambrosiana-Inter tidak pernah dipakai lagi dan mereka memakai nama asli mereka, Internazionale Milano.

Setelah masa perang, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh di tahun 1954. Setelah memenangi beberapa trofi ini, Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter. Selama masa keemasan mereka, Inter memenangkan tiga trofi di tahun 1963, 1965, dan 1966. Pada waktu ini, Inter juga terkenal dengan kemenangan Piala Eropa dua kali berturut-turut. Di tahun 1963, Inter memenangkan trofi Piala Eropa mereka setelah mengalahkan klub terkenal Real Madrid. Musim selanjutnya, bermain di kandang mereka sendiri, Inter memenangkan trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan klub dari Portugal, Benfica.

Setelah masa keemasan di tahun 1960, Inter berhasil untuk memenangkan gelar mereka kesebelas kalinya di tahun 1971 dan kedua belas kalinya di tahun 1980. Pada tahun 1970 dan 1980, Inter juga memenangi dua trofi Piala Italia di tahun 1978 dan 1982. Inter berhasil meraih gelar scudetto mereka yg ke tigabelas kali pada tahun 1989 dan membutuhkan waktu yg sangat panjang hingga 17 tahun hingga mereka dapat memenanginya lagi pada tahun 2006, tetapi melalui cara yg lain dari biasa atau yg mereka sebut dengan "Scudetto of Honesty" (juara dari kejujuran), karena mereka tidak terbukti bersalah dalam skandal "calciopoli" yg ikut menyeret beberapa klub besar italia yg terbukti bersalah dan mendapat penalti pengurangan poin juga pencopotan gelar bagi juara sebelumnya. Baru pada tahun selanjutnya atau 2007 Inter berhasil menjadi juara bertahan, sekaligus menorehkan rekor dengan 17 kemenangan beruntun di kompetisi lokal.

Gelar ini membuat Inter dengan 15 kali juara di peringkat ketiga dalam jumlah gelar kompetisi Seri A, di bawah Juventus dengan 27 kali dan AC Milan dengan 17 kali. Biarpun begitu Inter adalah satu-satunya tim Seri A yg belum pernah terdegradasi terhitung dari sejak Seri A bergulir, karena itu di dalam lagu kebangsaan nya yg berjudul C'e solo l'Inter (hanya ada Inter satu-satunya) disebutkan bahwa Inter mempunyai gen Seri A dan tidak mengenal Seri lainnya.

Internazionale juga memenangi Piala UEFA mereka tiga kali. Pertama di musim 1990/1991 melawan AS Roma/ Di musim 1993/1994, Inter meraih gelar Piala UEFA dengan mengalahkan klub Austria Casino Salzburg. Di kemenangan Piala UEFA mereka untuk ketiga kalinya, Inter mengalahkan SS Lazio di Parc des Princes, Paris.

Presiden Klub

  • 1908 - 1909 = Giovanni Paramithiotti
  • 1909 - 1910 = Ettore Strauss
  • 1910 - 19112 = Carlo De Medici
  • 1912 - 1914 = Emilio Hirzel
  • 1914 - 1914 = Luigi Ansbacher
  • 1914 - 1919 = Giuseppe Visconti Di Modrone
  • 1919 - 1920 = Giorgio Hulss
  • 1920 - 19223 = Francesco Mauro
  • 1923 - 1926 = Enrico Olivetti
  • 1926 - 1929 = Senatore Borletti

  • 1929 - 1930 = Ernesto Torrusio
  • 1930 - 1932 = Oreste Simonotti
  • 1932 - 1942 = Ferdinando Pozzani
  • 1942 - ? Mei 1955 = Carlo Masseroni
  • 28 Mei 1955 - 1968 = Angelo Moratti
  • 1968 - 1984 = Ivanoe Fraizzoli
  • 1984 - ? Februari 1995 = Ernesto Pellegrini
  • 18 Februari 1995 - 30 Januari 2004 = Massimo Moratti
  • 30 Januari 2004 - 4 September 2006 = Giacinto Facchetti
  • 2006-kini = Massimo Morat

Stadion

Stadion tim saat ini adalah Stadion Giuseppe Meazza yang berkapasitas 85.000 orang. Stadion ini juga dikenal dengan nama San Siro. Stadion ini dibuka dengan Pertandingan Derby antara AC.Milan melawan Inter, yang dimana laga itu dimenangkan oleh AC Milan dengan skor 7 - 3. Stadion ini digunakan bersama dengan AC Milan ("AC Milan"), klub besar lain di Milan. Suporter AC Milan menggunakan "San Siro" untuk menyebut stadion itu karena dulunya Giuseppe Meazza merupakan seorang pemain bintang bagi Inter dan mereka tidak begitu menyukai satu sama lain. Jauh sebelum menggunakan Stadion Giuseppe Meazza, Inter selalu menggunakan Stadion Arena.

Pemain terkenal

Antara pemain-pemain Inter yang terkenal adalah:




Kamis, 04 Februari 2010

Inter Milan Berpeluang Menjauh

Inter Milan Berpeluang Menjauh
 
 


MILAN Inter Milan berpeluang menjauh dari kejaran dua pesaing ter-beratnya, AC Milan dan Juventus. Akhir pekan ini, Inter hanya akan menjamu Siena, klub yang kini menghuni posisi paling buncit di klasemen sementara Seri A, di Giuseppe Meazza, Milan, Sabtu (9/1). Sedangkan, luve dan Milan bakal saling bunuh dalam partai big match untuk berebut peringkat dua klasemen pada Minggu (10/1).

Inter Milan mengawali tahun 2010 dengan kemenangan tipis 1 -0 atas Chievo di MarcAntonio Bentegodi. Kemenangan itu menjadi modal berharga bagi skuad Jose Mourinho untuk tetap kokoh di puncak klasemen dengan 42 poin atau unggul 8 poin dari Milan.Bila tak ingin dikejar, Inter harus menang melawan Siena dan kemudian menang atas Bari di Comunale San Nicola, pekan depan, (ika Inter berhasil meraih dua kemenangan tersebut, akan menjadi modal berharga untuk menghadapi derby della Madonnina, Minggu (24/1) mendatang.

Pada laga pekan 19 melawan Siena itu, skuad Mourinho di atas kertas akan unggul mudah. Perbedaan kentara itu tergambar jelas dari posisi keduanya di klasemen. Inter di puncak, sedangkan Siena di dasar klasemen. Selain itu, dilihat dari 10 pertemuan terakhir keduanya, Inter mencatat enam kemenangan dan empat kali seri. Tiga kemenangan diraih di Meazza, sementara Siena belum mencatat satu pun kemenangan.

Penyerang Diego Milito sudah dapat diturunkan untuk menemani pemain anyar Goran Pandev serta Mario Balotelli. Kabar gembira lainnya adalah Dejan Stankovic dan Ihiago Motta akan kembali bermain. Mourinho hanya kehilangan pemain bertahan Cristian Chivu akibat mengalami keretakan tulang tengkorak. Sementara itu, striker Samuel Otoo absen karena membela Kamerun di Piala Afrika.

Saling Jegal

Pada pertandingan lainnya, Juventus akan saling bunuh dengan Milan untuk menjaga peluang perburuan scudeno dan tetap menempel Inter. Namun, Juve patut mewaspadai kekuatan Milan seiring kembalinya pemain pinjaman, David Beckham, di San Siro. Pada partai perdana awal tahun ini, Milan menang besar 5-2 atas Genoa. "Saya datang ke sini untuk meraih gelar juara. Inter Milan adalah tim yang hebat, dengan pelatih yang bagus dan pemain yang tak kalah hebatnya. Memang masih ada Juventus, dan kami akan berhadapan satu sama lain akhir minggu ini. Tapi Inter-lah tim yang harus ditaklukkan, dan kami masih harus melihat apakah kami bisa mengejar mereka," tegas Beckham seperti dikutip Vie Sun, Jumat .(8/1).

Kemenangan 2-1 atas AC Parma membuat optimisme pemain Juve meningkat, salah satunya gelandang Diego Ribas. Pemain asal Brasil itu berharap bisa melanjutkan momentum positifnya saat menghadapi Milan. "Sekarang kami menghadapi AC Milan, dan pertandingan ini seperti sebuah partai final untuk kami (ika kami menang, kami akan kembali ke posisi runner up," kata Diego. anz/S-1
Entitas terkait
0dengan |
AC |
Akhir |
Antonio |
Bari |
Beckham |
Brasil |
Chievo |
David |
Diego |
Giuseppe |
Inter |
Juve |
Juventus |
Kabar |
Kamerun |
Kemenangan |
Mario |
Milan |
Mourinho |
Pemain |
Perbedaan |
Piala |
San |
Seri |
Siena |
Vie |
AC Milan |
AC Parma |
Comunale San |
Cristian Chivu |
Dejan Stankovic |
Goran Pandev |
Ihiago Motta |
Inter Milan |
Jose Mourinho |
Saling Jegal |
Samuel Otoo |
MILAN Inter Milan |
Penyerang Diego Milito |
Inter Milan Berpeluang Menjauh |
Ringkasan Artikel Ini
MILAN Inter Milan berpeluang menjauh dari kejaran dua pesaing ter-beratnya, AC Milan dan Juventus. Akhir pekan ini, Inter hanya akan menjamu Siena, klub yang kini menghuni posisi paling buncit di klasemen sementara Seri A, di Giuseppe Meazza, Milan, Sabtu (9/1). Kemenangan itu menjadi modal berharga bagi skuad Jose Mourinho untuk tetap kokoh di puncak klasemen dengan 42 poin atau unggul 8 poin dari Milan.Bila tak ingin dikejar, Inter harus menang melawan Siena dan kemudian menang atas Bari di Comunale San Nicola, pekan depan, (ika Inter berhasil meraih dua kemenangan tersebut, akan menjadi modal berharga untuk menghadapi derby della Madonnina, Minggu (24/1) mendatang.